Apa itu Nawala? Cara Kerja DNS Filter Kominfo
Nawala adalah layanan DNS filter yang dipakai ISP di Indonesia untuk memblokir akses ke domain-domain tertentu. Sistemnya sederhana secara konsep, tapi implementasinya di berbagai ISP bikin admin website perlu paham cara kerjanya supaya bisa antisipasi kalau domain kena blokir.
Awalnya Nawala dibuat oleh Yayasan Nawala Nusantara sebagai layanan DNS filter untuk keluarga — parenting control ala Indonesia. Sekarang layanan ini dipakai luas untuk mengimplementasikan aturan Kominfo tentang internet sehat, dan hampir semua ISP major terintegrasi dengan sistemnya.
Cara Kerja Nawala di Level Teknis
Setiap kali Anda ketik alamat website di browser, komputer perlu menerjemahkan nama domain ke alamat IP supaya bisa konek ke server. Terjemahan ini dilakukan lewat DNS server. Nawala bekerja di titik ini — sebelum browser bisa dapat IP asli, Nawala cek dulu apakah domain ada di daftar blokir.
Alur lengkap kalau ISP Anda pakai Nawala:
- User ketik
domain-anda.comdi browser - Browser tanya DNS server (Nawala) untuk IP-nya
- Nawala cek daftar Trust Positif — domain terdaftar? Ya.
- Nawala tidak return IP asli, tapi return IP halaman "Internet Positif"
- Browser konek ke IP itu, muncul halaman "Mohon Maaf, akses ke situs ini diblokir..."
Yang perlu dicatat: blokir di level DNS ini tidak bisa dibypass dengan ganti IP hosting. Nama domain yang di-block, bukan IP-nya.
ISP Mana Saja yang Pakai Nawala
Hampir semua ISP major di Indonesia mengimplementasikan filter Kominfo, meskipun cara implementasinya sedikit berbeda:
| ISP | Metode Filter | Konsistensi Blokir |
|---|---|---|
| Telkomsel | Filter proprietary + sync Trust Positif | Tinggi |
| Indihome / Telkom | DNS filter langsung | Tinggi |
| XL Axiata | DNS filter + HTTP redirect | Sedang |
| Indosat Ooredoo | DNS filter + Deep Packet Inspection | Tinggi |
| Biznet | DNS filter | Sedang |
| First Media | DNS filter | Sedang |
Yang menarik: masing-masing ISP kadang punya daftar blokir sedikit berbeda. Domain yang kena block di Telkomsel belum tentu kena di Indihome, atau sebaliknya. Ini kenapa penting cek di semua ISP major sekaligus untuk dapat gambaran akurat status domain Anda.
Perbedaan Nawala vs Trust Positif
Banyak yang bingung antara Nawala dan Trust Positif. Sebenarnya keduanya berkaitan tapi punya fungsi berbeda:
- Trust Positif adalah database resmi Kominfo yang berisi daftar semua domain yang diblokir di Indonesia. Ini list induknya.
- Nawala adalah DNS server yang bertindak sebagai eksekutor blokir. Nawala baca daftar dari Trust Positif, lalu tolak permintaan DNS untuk domain yang ada di list.
Baca detail lebih dalam di halaman Trust Positif.
Cara Cek Apakah Domain Anda Kena Nawala
Ada tiga pendekatan, dari yang paling manual sampai paling efisien:
- Cek manual di trustpositif.komdigi.go.id — buka portal resmi Kominfo, ketik nama domain, klik cari. Kalau ada, domain Anda terdaftar dan otomatis akan diblokir Nawala di semua ISP.
- Coba akses langsung — buka domain di browser saat pakai jaringan Indonesia. Kalau muncul halaman "Internet Positif", berarti kena blokir.
- Pakai tool otomatis massal — kalau punya banyak domain, cara ini paling worth it. Tool cek semua ISP major sekaligus, bulk input domain, hasil dalam hitungan detik.
Kalau Domain Kena Blokir Nawala, Bisa Diajukan Buka?
Bisa. Kalau Anda punya bukti bahwa domain layak dibuka (misal false positive, atau konten sudah diperbaiki), ajukan permohonan normalisasi ke Kominfo. Proses ringkasnya:
- Buka portal aduan/normalisasi Kominfo
- Isi formulir permohonan — lampirkan bukti bahwa domain layak
- Tunggu proses review (biasanya 3-14 hari kerja)
- Kalau disetujui, domain dihapus dari daftar. 1-3 hari lagi untuk propagasi ke semua ISP.
Sebelum ajukan, cek dulu status domain di semua ISP untuk konfirmasi memang kena blokir dan siapkan bukti pendukung yang lengkap.